Daya Jual Pariwisata dan Etika Bisnis Daerah Istimewa Yogyakarta

Oleh : RIZKI PRATAMA

Penulis merupakan mahasiswa Prodi. Pend. IPS UPI

Image

Wisatawan asing sedang berbincang dengan Abdi Dalem

Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.

Yogyakarta sebagai daerah pariwisata menjadi daya tarik wisatawan luar dan dalam negeri. Dunia pariwisata Indonesia semakin agresif dalam berpromosi. Demi mencapai target 7,7 juta wisman di 2011, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengimplementasikannya lewat Tren Keinginan Pasar, Strategi Pemasaran Terpadu, dan memprioritaskan Event besar pada 2012 mendatang.

Adanya daya jual pariwisata yang sangat menjanjikan membuat Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki ekonomi yang menggeliat. Namun dari hal tersebut apakah masih digunakannya etika dalam berbisnis masih menjadi controversial.

Daerah Yogyakarta ini selain sebagai daerah yang memiliki daya tarik wisatawan luar ataupun dalam negeri, masih memegang kebiasaan tradisional yang membuat daya tarik semakin meningkat.

DAYA JUAL PARIWISATA

Dunia pariwisata Indonesia semakin agresif dalam berpromosi. Demi mencapai target 7,7 juta wisman di 2011, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengimplementasikannya lewat Tren Keinginan Pasar, Strategi Pemasaran Terpadu, dan memprioritaskan Event besar pada 2012 mendatang.

Tren Keinginan Pasar, program ini adalah langkah promosi dengan memahami pasar pariwisata yang digemari para wisatawan dengan mengedepankan target wisata yang di cari para pelancong. Trend yang hendak diprioritaskan untuk memenuhi keinginan pasar adalah ekowisata seperti Taman Naisional Komodo yang sangat digemari karena hanya satu-satunya di dunia. Trend pasar lainnya yakni menyuguhkan MICE, acara olahraga, wisata mewah, wisata belanja, wisata sejarah, bulan madu, pagelaran seni-budaya, kemewahan kapal pesiar, dan wisata kesehatan seperti spa dengan rempah-rempah serta aroma terapi khas Indonesia.

Inilah produk-produk wisata yang menjadi daya jual seperti diinginkan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar Sapta Nirwandar saat rakor sinkronisasi program-program Kemenbudpar. Selain itu dalam mempromosikan trend wisata tersebut, lanjut Sapta, diperlukan strategi pemasaran yang unggul. Maka dibuatlah dua konsep strategi pemasaran terpadu melalui penyebarluasan Wonderful Indonesia, Product match market, segmented product, perkuatan sosialisasi kegiatan pemasaran, perluasan jaringan mitra operator luar negeri dan beberapa cara lain.

Strategi tersebut di implementasikan dengan dua cara, yakni secara vertical marketing dan horizontal marketing trend. Pemasaran secara vertikal dilakukan dengan membuat iklan di media elektronik dan cetak seperti pemasangan iklan di stasiun televisi dalam negeri dan asing, baik lingkup lokal maupun nasional dan internasional serta pemasaran langsung. Unsur yang dipasarkan adalah produk wisata dan merek yang nantinya sebagai daya jual.

Strategi kedua adalah secara horizontal, yaitu dengan cara membuka jaringan melalui komunitas dengan koneksi secara on-line di website, facebook, twitter ataupun akun sosial lainnya. Adapun secara off-line melalui pertemuan komunitas kendaraan bermotor, sepeda, acara kuliner, olahraga, seni, dan juga lingkungan.

Langkah promosi pariwisata Indonesia juga dilakukan melalui acara-acara besar di kancah internasional. Kemenbudpar melalui Ditjen Pemasaran dan Pariwisata mengadakan Mega Events pada 2012 mendatang. Acara tersebut yakni Travex ASEAN Tourist Forum di Manado saat Januari, Vakantiebeurs di Belanda masih di Januari, ITB Berlin pada Maret, Miami Cruise Shipping Convention di Miami Maret mendatang, April sampai Mei diadakan Arabian Travel Market di Dubai, April-Oktober diadakannya Floriade di Belanda, JATA Travel Showcase (JTS) di Tokyo September mendatang. Selanjutnya ada China International Travel Mart bulan Oktober, World Travel Mart di London, Inggris pada November, dan ikut berpartisispasi pada Tournament of Roses 2013 di Pasadena, Amerika Serikat di Januari 2013.

Konsep dan program yang direncanakan ini selanjutnya akan direalisasikan dengan tujuan meningkatkan citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun hal yang terencanakan dengan apik ini dihadapkan dengan beberapa tantangan ke depannya. Setidaknya sampai 2015, pemasaran pariwisata Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang harus dilalui seperti penambahan VITO atau pembukaan kantor perwakilan, peningkatan infrastruktur transportasi udara, darat, dan laut, menambah dermaga kapal pesiar, bandara internasional, dan jalur khusus kereta wisata. Pemasaran secara on-line pun dituntut adanya pembenahan seperti penjualan tiket wisata, konten pariwisata gratis pada social media dari smartphone dan komputer, dan juga on-line booking, transaksi, boarding penerbangan dan hotel.

Penting juga dalam hal peningkatan sumber daya manusia yang berwawasan pariwisata luas, komunikasi multi bahasa, serta mempunyai sikap terpuji. Hal ini sedang ditingkatkan oleh Kemenbudpar dengan menjadi tuan rumah ASEAN Tourist Guides Contest (ATGC) atau Kontes Pramuwisata Tingkat ASEAN di Yogyakarta September mendatang. Ada pula tantangan dari bidang pajak, keimigrasian dan segala pembenahan yang dapat menarik wisatawan untuk merasakan kenyamanan dan keindahan dunia pariwisata Indonesia.

KEWIRAUSAHAAN

Sebenarnya definisi kewirausahaan itu cukup bervariasi, tapi di sini kita coba buat definisi kewirausahaan ini secara umum dan bahasa sehari-hari.
Seperti kita tahu kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri dari 2  kata yaitu, wira yang berarti kesatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah berani, sedangkan satu lagi adalah kata usaha yang berarti bekerja, melakukan sesuatu.

Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu. Tetapi kalau definisi kewirausahaan yang lebih detail disini akan kita ambil dari beberapa sumber.

Mengacu dari Keputusan Menteri Koperasi dan PembinaanPengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, disebutkan bahwa:

  1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dankemampuan kewirausahaan.
  2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang  lebih besar.

Kewirausahaan atau dalam bahasa perancis disebut entrepreneurship dan kalau diterjemahkan secara harfiah punya pengertian sebagai perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal .

Stoner, James: kewirausahaan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi-lahan kerja, tenaga kerja dan modal-menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Wirausahawan menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleheksekutif bisnis lain.

ETIKA BISNIS

Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.

Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.

Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.

Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

KEARIFAN LOKAL

Bagi teman-teman yang sering membaca koran atau nonton televisi, maka tentu kamu sudah tidak asing lagi mendengar tulisan atau kata kearifan lokal. Meski sering membaca atau mendengar mengenai kearifan lokal ini, maka mungkin saja masih ada diantara kalian yang belum mengetahui pengertian kearifan lokal atau defenisi kearifan lokal tersebut.

Agar kita semakin paham tentang arti kearifan lokal ini, maka melalui tulisan kali ini blog Karo Cyber ingin berbagi informasi kepada teman-teman semuanya, yaitu tentang pengertian kearifan lokal.

Bila dilihat dari kamus Inggris Indonesia, maka pengertian keafiran lokal terdiri dari 2 kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local yang berarti setempat, sementara wisdom sama dengan kebijaksanaan.

Dengan demikian maka dapat dipahami, bahwa pengertian kearifan lokal merupakan gagasan-gagasan atau nilai-nilai, pandangan-padangan setempat atau (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

PEMBAHASAN

Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.

Yogyakarta sebagai daerah pariwisata menjadi daya tarik wisatawan luar dan dalam negeri. Dunia pariwisata Indonesia semakin agresif dalam berpromosi. Demi mencapai target 7,7 juta wisman di 2011, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengimplementasikannya lewat Tren Keinginan Pasar, Strategi Pemasaran Terpadu, dan memprioritaskan Event besar pada 2012 mendatang.

Inilah produk-produk wisata yang menjadi daya jual seperti diinginkan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar Sapta Nirwandar saat rakor sinkronisasi program-program Kemenbudpar. Selain itu dalam mempromosikan trend wisata tersebut, lanjut Sapta, diperlukan strategi pemasaran yang unggul. Maka dibuatlah dua konsep strategi pemasaran terpadu melalui penyebarluasan Wonderful Indonesia, Product match market, segmented product, perkuatan sosialisasi kegiatan pemasaran, perluasan jaringan mitra operator luar negeri dan beberapa cara lain.

Sebagai Daerah Istimewa, Yogyakarta memiliki keunikan yang khas sehingga menjadikan daerah ini dikenal oleh dunia. Pelestarian kebudayaan dalam situasi global masa kini setidaknya mempengaruhi itu semua. Dan mendorong saya untuk lebih lanjut mengetahui perkembangan Yogyakarta dalam konteks globalisasi

Selain daya jual pariwisata yang digembor-gemborkan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ada sisi lain yang menarik, dan hal itu berkaitan dengan etika bisnis, etika berdagang. Hal yang selalu dipegang oleh masyarakat Yogyakarta adalah pelestarian kebudayaan tradisional.

Satu pemikiran dengan penulis bahwa kelestarian sebuah budaya maka akan menjaga harga jual suatu produk budaya tersebut. Dalam konteks ini bukan berarti menjual budaya bangsa kepada pihak asing, melaiknkan menjual penampilan, menjual barang, namun sudah memiliki lisensi dan hak paten milik Indonesia.

Salah satu cotoh yang ditemui pada malam hari di jalan Malioboro yang notabene  merupakan titik terpenting kegiatan perniaganan, adalah banyaknya produk dalam negeri yang dijual, seperti batik, pernak-pernik hiasan yang bersifat tradisional, makanan-makanan khas, dan penjualan jasa kendaraan tradisional dari mulai andong sampai beca, merupakan sebuah pelestarian danam konteks etika berbisnis.

Hal yang menarik adalah tentang becak di Yogyakarta. Adanya suatu rangkaian yang saling berkaitan antara penjual jasa beca dengan titik-titik sentral di daerah Yogyakarta, merupakan sistem yang telah berlaku lama di sana.

Mungkin kita sering menilai bahwa tarip beca di Yogyakarta sangat murah. Berdasarkan observasi saya, murahnya tariff becak di Yogyakarta diakibatkan adanya honor setiap pengayuh beca ketika membawa pelanggan ke daerah tertentu. Saya beri contoh “Ketika kita dari Malioboro ingin menggunakan becak ke pabrik bakpia patuk (25/s’lawe), maka saya cukup merogoh kocek sebesar Rp. 5.000,00 , karena setiap kranjang bakpia patuk yang saya beli, sang mengayuh becak mendapatkan honor Rp. 3.000,00. Bayangkan jika pembeli membeli 20 dus bakpia patok maka pengayuh becak mendapatkan honor dari pabrik sebesar Rp. 60.000,00. “ . Hanya sebagai contoh saja , dan perlu diketahui itu hanya satu tempat. Belum lagi berbagai tempat yang menganut kebiasaan seperti itu, hal tersebut serupa dengan daerah Dagadu dan daerah lainnya di Yogyakarta.

KESIMPULAN

Strategi dalam pemasaran pariwisata di implementasikan dengan dua cara, yakni secara vertical marketing dan horizontal marketing trend. Pemasaran secara vertikal dilakukan dengan membuat iklan di media elektronik dan cetak seperti pemasangan iklan di stasiun televisi dalam negeri dan asing, baik lingkup lokal maupun nasional dan internasional serta pemasaran langsung. Unsur yang dipasarkan adalah produk wisata dan merek yang nantinya sebagai daya jual.

Strategi kedua adalah secara horizontal, yaitu dengan cara membuka jaringan melalui komunitas dengan koneksi secara on-line di website, facebook, twitter ataupun akun sosial lainnya. Adapun secara off-line melalui pertemuan komunitas kendaraan bermotor, sepeda, acara kuliner, olahraga, seni, dan juga lingkungan.

Sebagai Daerah Istimewa, Yogyakarta memiliki keunikan yang khas sehingga menjadikan daerah ini dikenal oleh dunia. Pelestarian kebudayaan dalam situasi global masa kini setidaknya mempengaruhi itu semua. Dan mendorong saya untuk lebih lanjut mengetahui perkembangan Yogyakarta dalam konteks globalisasi

Selain daya jual pariwisata yang digembor-gemborkan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ada sisi lain yang menarik, dan hal itu berkaitan dengan etika bisnis, etika berdagang. Hal yang selalu dipegang oleh masyarakat Yogyakarta adalah pelestarian kebudayaan tradisional.

SARAN

Dari kesimpulan di atas dan kenyataan di lapangan hal yang harus dibenahi adalah perbaikan fasilitas umum yang mendukung kenyamanan daerah Yogyakarta ini. Hal ini dapat menjadi kesan baik dan akan menambah jumlah wisatawan yang datang.

Disamping fasilitas, harus ada tekat yang kuat dalam pelestarian budata yang berupa benda, kuliner, maupun tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta ini. Karena dengan lestarinya daya tarik, maka lestarilah daerah ini sebagai daerah tujuan wisata, sehingga kedepannya dapat terus menjadi daerah perekonomian.

Daftar Isi

Karoldalnet. [2011]. Pengertian Kearifan Lokal. [online]. Tersedia: http://karodalnet.blogspot.com/2011/10/pengertian-kearifan-lokal.html. [27 Desember 2011].

 

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru.

Koentjaraningrat. (1985). Manusia dan Kebudayaan Indonesia.Jakarta : Jambatan.

Hambali, Fitriansyah SE., MM. &. Sussanto,Herry Dr. [2011]. Tentang Etika Bisnis. [online]. Tersedia: http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html. [27 Desember 2011].

Setiadi M Elly, Kolip Usman (2010). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Prenada Media Group. Bandung.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Daya Jual Pariwisata dan Etika Bisnis Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. Hotel Murah berkata:

    Jogja memang tujuan wisata paling favorit hingga sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s